Seminar Internasional UNISMA-University Malaya “Sistem Perkuliahan Fiqih dan Ushul Fiqih di Perguruan Tinggi”
Malang, 14 Agustus 2025 – Fakultas Agama Islam (FAI) dan Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA) bekerja sama dengan Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (APIUM) Malaysia menyelenggarakan Seminar Internasional bertema “Sistem Perkuliahan Fiqih dan Ushul Fiqih di Perguruan Tinggi” di Gedung Pascasarjana UNISMA. Acara yang berlangsung di Ruang Pusat Studi Jawa Timur ini dihadiri oleh berbagai akademisi dari kedua universitas.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB yang dipandu oleh MC. Sesuai dengan semangat kolaborasi internasional, acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia “Indonesia Raya” dan Malaysia “Negaraku”, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keislaman. Direktur Pascasarjana Unisma Prof. Dr. M. Mas’ud Said, MM, Ph.D, dalam sambutannya menekankan pentingnya pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam pengembangan metodologi pembelajaran Fiqih dan Ushul Fiqih. “Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkaya kurikulum dan pendekatan pembelajaran di kedua negara,” ujarnya. Sambutan juga disampaikan oleh serta perwakilan UM Malaysia, Dr. Imamuddin, Lc, MSh, Ph.D, yang menyoroti perbedaan dan persamaan sistem pendidikan Fiqih di kedua negara.

Seminar ini menghadirkan dua sesi utama yang menarik. Sesi pertama berjudul “Sistem Pembelajaran Fiqih di Indonesia (Studi Kasus Universitas Islam Malang)” disampaikan oleh Dosen Hukum Keluarga Islam FAI Dr. Dzulfikar Rodafi, MA., yang membahas metode dan perkembangan pembelajaran fiqih di Indonesia dengan fokus pada pengalaman Universitas Islam Malang. Sesi kedua, yang berjudul “Sistem Pembelajaran Fiqih di Malaysia (Studi Kasus University Malaya)”, yang dipresentasikan oleh pensyarah Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya Dr. Imamuddin, Lc, MSh, Ph.D., pada kesempatan ini memaparkan perbandingan sistem pembelajaran fiqih di Malaysia, khususnya di University Malaya.
Kedua pemateri memaparkan perbandingan kurikulum, metode pengajaran, dan tantangan dalam pembelajaran Fiqih kontemporer. Diskusi yang dipandu moderator berlangsung interaktif, dengan peserta antusias menanyakan integrasi teknologi dan kontekstualisasi Fiqih dalam isu global. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Dekan Fakultas Agama Islam Dr. Drs. H. Abdul Jalil, M.Pdl, Seminar ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik antara UNISMA dan UM, tetapi juga menjadi wadah bagi pengembangan keilmuan Fiqih yang relevan dengan dinamika zaman.(Red/Adm)
