Munas PPPAI Indonesia 2026-Prodi PAI FAI UNISMA Presentasi tentang Implementasi Kurikulum Merdeka

Bandung, 15 Juli 2026 – Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA), Dr. Moh. Muslim, M.Ag., mempresentasikan hasil penelitiannya pada Parallel Session dalam Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian konferensi internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan Islam dari berbagai negara untuk mendiskusikan isu-isu strategis dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam.

Penelitian yang dipresentasikan berjudul “Implementing the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education: Challenges, Supporting Factors, and Pedagogical Transformation at Madrasah Aliyah in Indonesia.” Penelitian ini ditulis oleh Moh. Muslim, Dian Mohammad Hakim, dan Ani Mariasus Sholihah, dengan fokus mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah di Indonesia.

Dalam paparannya, Dr. Moh. Muslim menjelaskan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Agama Islam membawa peluang besar bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan mendorong penguatan karakter. Namun demikian, hasil penelitian juga menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi madrasah, seperti kesiapan sumber daya manusia, pemahaman guru terhadap paradigma Kurikulum Merdeka, keterbatasan sarana pendukung pembelajaran, serta perlunya penguatan kompetensi pedagogik dalam menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi.

Selain mengidentifikasi berbagai tantangan, penelitian ini juga mengungkap faktor-faktor pendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka, antara lain kepemimpinan kepala madrasah yang visioner, budaya kolaboratif antarpendidik, dukungan kebijakan pemerintah, serta pengembangan profesional guru melalui pelatihan dan komunitas belajar. Berbagai faktor tersebut menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi pedagogik di lingkungan Madrasah Aliyah.

Salah satu temuan utama penelitian ini adalah terjadinya transformasi praktik pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang semakin menekankan pendekatan student-centered learning, pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), diferensiasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin. Transformasi tersebut menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka tidak hanya mengubah aspek administratif pembelajaran, tetapi juga mendorong perubahan paradigma guru dalam merancang pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Presentasi yang berlangsung pada sesi paralel mendapat perhatian dari peserta konferensi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun luar negeri. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai strategi implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah, pengembangan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam, serta peluang kolaborasi penelitian lintas institusi dalam bidang pendidikan Islam.

Keikutsertaan dosen PAI FAI UNISMA Malang sebagai pemakalah pada AICIRE 2026 merupakan wujud komitmen Program Studi Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan budaya riset, memperluas jejaring akademik internasional, serta memperkuat publikasi ilmiah bereputasi. Partisipasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung internasionalisasi UNISMA melalui kontribusi pemikiran ilmiah yang relevan terhadap pengembangan pendidikan Islam di tingkat nasional maupun global.

Melalui forum internasional AICIRE 2026, hasil penelitian yang dipresentasikan diharapkan dapat menjadi referensi bagi para akademisi, pengambil kebijakan, dan praktisi pendidikan dalam mengembangkan implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah secara lebih efektif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Indonesia. (Red/Mus)